Pilih Laman

Begini 9 Cara Lari Yang Sehat Untuk Pemula

oleh | Agu 18, 2020 | Seputar Olahraga dan Pola Hidup Sehat, Seputar Lari | 0 Komentar

Cara Lari Yang SehatLari merupakan aktivitas kecil yang umumnya memiliki tujuan untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Selain itu, lari juga aktivitas fisik yang paling murah dan paling praktis sebagai pilihan olahraga.

Begini 9 Cara Lari Yang Sehat Untuk Pemula

diambil dari Unsplash.com

Walau disebut sebagai olahraga yang paling mudah, tetapi berlari tetap memerlukan cara lari yang sehat agar manfaat lari bisa didapatkan secara maksimal dan meminimalkan risiko cedera.

Lalu bagaimana cara lari yang sehat yang perlu dicermati agar lari menjadi kegiatan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan? Simak caranya dari bucharicoaching.com di bawah ini yuk!!!

9 Cara Lari Yang Sehat Untuk Pemula

1. Pemanasan

Pemanasan secara perlahan-lahan dapat meningkatkan denyut jantung kamu dan itu merupakan sinyal baik bahwa tubuh kamu sudah bisa diajak bekerja. Pemanasan juga dapat mengurangi stress di jantung ketika kamu hendak berolahraga. Sebelum mulai berlari, kamu bisa mencoba dengan jalan cepat beberapa menit.

Baca juga: Beginilah 12 Gerakan Pemanasan yang Benar Sebelum Olahraga

2. Gunakan sepatu yang lebih ringan

Biar lari lebih terasa menyenangkan dan kamu mendapatkan langkah kaki yang alami, gunakanlah sepatu yang lebih ringan. Sepatu yang lebih ringan dapat meningkatkan langkah kamu. Energi kamu juga tidak akan cepat habis jika menggunakan sepatu yang lebih ringan.

3. Postur ketika lari

a. Posisi kepala

Posisinya harus selalu ditegakkan sewaktu kamu berlari. Tidak menunduk dan tidak juga mendongak. Keadaan kepala kamu yang terlalu menunduk dapat menghambat masuknya udara melalui saluran pernapasan sehingga menyebabkan cepat lelah.

b. Posisi lengan

Posisinya yang benar adalah kamu menekuk siku sebesar 90 derayat dan diayunkan ke depan dan ke belakang mengikuti irama kaki dan ayunan sejajar dengan pinggang. Gerakan lengan ini berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh kamu agar tidak jatuh.

c. Posisi tangan

Posisinya digenggam santai, ditekuk dan tidak juga dilepas. Mengepalkan tangan kamu terlalu kencang akan membuat otot-otot lengan kamu terasa tegan, sehingga mengganggu kenyamanan kamu saat berlari.

d. Posisi perut

Posisinya yang benar adalah apabila kamu menarik otot perut kamu ke dalam, lalu tahan posisi tersebut selama kamu berlari. Dengan begitu, perut kamu yang kelihatan membuncit perlahan-lahan akan terlihat menjadi ramping.

e. Posisi kaki

Saat kaki kamu menapak tanah, usahakan bagian depan kaki yang mendarat ke tanah terlebih dahulu, bukan bagian tengah kaki maupun tumit kamu. Posisi kaki yang menyentuh tanah sangat mempengaruhi kinerja dan efisiensi kamu dalam berlari dan membuat kamu tidak cepat lelah saat berlari.

4. Tetap stabil, jangan keluarkan semua tenaga di awal-awal

Mengeluarkan semua tenaga kamu di awal-awal lari bukanlah ide yang bagus. Kamu bisa kehabisan napas lebih cepat dan pada akhirnya membuat kamu tersengal-sengal ketika berlari.

Agar tubuh kamu tetap prima saat berlari, simpan tenagamu untuk menit-menit akhir dan kamu dapat menambah kecepatan kamu secara berangsur-angsur.

5. Jangan khawatir dengan kecepatan

Salah satu hal penting dalam lari adalah pernapasan, maka jangan paksa diri kamu berlari terlalu kencang. Apabila napas mulai terasa berat, kurangi kecepatan lari kamu. Kamu dapat mencoba cara pernapasan seperti dua langkah tarik napas melalui hidung, dua langkah buang napas melalui mulut untuk mencegah terjadinya nyeri di bagian perut.

Dengan begitu, pernapasan dan kinerja jantung kamu akan meningkat seiring dengan rutinnya kamu melakukan lari.

6. Lari dengan cara berlari-berjalan

Berlari terus mungkin akan terasa berat bagi sebagian orang. Oleh karena itu, kamu dapat mengistirahatkan sejenak tubuh dan pernapasan kamu dengan berjalan, sehingga kamu dapat mengumpulkan tenaga yang cukup untuk melakukan lari lagi.

7. Mulailah secara perlahan

Jangan forsir tubuh kamu ketika berlari dengan jarak tempuh yang jauh sekaligus. Cobalah lari dengan jarak yang pendek terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa menambah jarak tempuh seiring dengan bertambah kuatnya stamina dan pernapasan kamu.

8. Jangan lupa bawa air

Sewaktu melakukan lari, tentu tubuh kamu akan mengeluarkan banyak keringat. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kecukupan cairan saat berlari. Bawalah air minum secukupnya agar kamu terhindar dari dehidrasi.

9. Lakukan secara teratur

Dengan melakukan cara lari yang sehat secara teratur, kamu dapat merasakan manfaatnya secara optimal. Lakukan lari setidaknya 3 jam per minggu. Lari 1,6 km setiap hari jauh lebih baik untuk kesehatan kamu dibanding berlari 5 km setiap 2 hari.

Nah, itulah beberapa cara lari yang sehat beserta manfaatnya. Sudah siap untuk lari? Semoga bermanfaat.

Sumber:
https://notepam.com/cara-jogging-yang-benar/#1_Pemanasan
https://loop.co.id/articles/tips-lari-sehat/full

Buchari Coaching siap membantu menyusunkan program latihan, rundown (runtutan) kegiatan selama program serta pendampingan agar bisa tercapai target yang diinginkan dari latihan yang dirancang.

ARTIKEL BERMANFAAT LAINNYA

Share This